Pusaka kedaton Kasultanan Ternate yang adiluhung

Bangunan yang menjadi kediaman Sultan dan keluarga itu berada dalam pangkuan gunung berapi Gamalama, seperti istana Sultan pada umumnya di gerbangnya terdapat pos-pos penjagaan. Uniknya terdapat patung harimau bertengger di pinggir pagarnya, 3 Panji berkibar di depan Istana Kedaton, Bendera Merah Putih Indonesia diapit oleh dua bendera lain. Bendera Kuning bendera kesultanan Ternate satunya lagi bendera moloku kie Raha Panji persatuan 4 kerajaan Islam terkuat di kepulauan Maluku yaitu Ternate Tidore Jailolo dan Bacan terdapat pula Goheba, Mojopolo, Romdidi, gambar burung garuda berkepala dua dengan satu hati simbol persatuan empat kerajaan itu.

Istana ini telah berusia lebih 200 tahun arsitekturnya menyerupai seekor singa yang sedang duduk, istana ini dibangun pada abad ke-18 pada masa Sultan Muhammad Ali. Bangunan ini di desain seorang arsitek asal Negeri Tiongkok, di pekarangan istana terdapat aki Santosa dalam bahasa lokal akhi artinya air dan Santosa berarti Sejahtera kolam ini didirikan sebagai perjanjian diplomatik antara Kesultanan Ternate dan kesultanan Bone di Sulawesi Selatan pada abad ke-16 kedua Kesultanan mengikat sumpah Setia bahwa mereka tidak akan saling berperang melainkan bersahabat dan mendukung dalam persaudaraan.

Di dalam Kedaton terdapat berbagai koleksi yang menjadi saksi sejarah perjalanan kesultanan Ternate dari masa kemasa sejak berdiri pada abad ke-12 kesultanan Ternate telah dipimpin oleh 48 kolano atau raja kolano. Pertama adalah Mashur malamo sementara Sultan ke-48 adalah Sultan Haji Mudaffar Syah. Kesultanan Ternate mencapai kejayaan Sepanjang Abad ke-13 hingga abad ke-19, komoditi rempah-rempah asal Ternate seperti Cengkeh pala dan lainnya memikat perhatian Eropa pohon cengkeh tertua di dunia terdapat di Ternate seperti yang terdapat pada Foto-foto tua yang menepel dinding tembok istana, ada juga  lambang mahkota Kesultanan. Kesultanan Ternate juga disegani sebagai kesultanan Islam tertua di timur Nusantara, Selain itu Kesultanan ini juga memiliki kekuatan militer dan armada laut yang tangguh penjajah dari Eropa silih berganti berusaha menaklukkan Kesultanan ini namun Ternate tak pernah tunduk. Kedaton kesultanan Ternate menghadap ke lautan dibelakangnya Gunung Gamalama istana ini berada di pusat Kota Ternate. Melengkapi perjalanan ke kesultanan Ternate ini, patut dikemukakan bahawa Sultan Ternate ke 48 Haji Mudaffar Syah telah mencetak koin Dinar emas dan koin dirham perak sebagai instrumen penarikan zakat bagi masyarakatnya sekaligus alat barter sukarela.

Mungkin Anda juga menyukai

Anda punya pendapat untuk artikel ini ? Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: