Mobil Laboraturium sebagai detektor dan peringatan dini bencana

Kabut asap masih menghantui negeri ini setiap tahunnya, belum lagi masalah sampah plastik yang ada di pantai-pantai di Indonesia ataupun limbah rumah tangga yang mengalir di daerah sungai sekitar pemukiman. Pencemaran baik tanah air maupun udara masih mengancam lingkungan kita, sumbernya beragam dari aktivitas rumah tangga hingga industri besar, untuk itulah Senin pagi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK meluncurkan mobil laboratorium di halaman Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, ini merupakan bukti untuk mendukung sistem peringatan dini bencana. Mobil laboratorium ini berguna mendeteksi secara cepat dengan lingkungan yang terjadi. dalam mobil ini terdapat alat-alat diantaranya untuk pengambilan sampel, pengujian kualitas lingkungan ruang lingkup pengujian udara 8 parameter, air 32 m dan padatan 10 parameter ada 5 provinsi prioritas penerima mobil ini provinsi Riau Sumatera Selatan Banten Jawa Timur dan Kalimantan timur masing-masing Provinsi mendapatkan satu unit mobil.

Kepala Litbang dan Inovasi KLHK Agus Justianto menyampaikan “Tentunya adalah untuk mendukung upaya-upaya khususnya early warning system bencana lingkungan sering terjadi bencana, sehingga dengan adanya Mobil Laboratorium Lingkungan yang bisa keliling bisa mendeteksi lebih dini bencana lingkungan yang terjadi, ya sementara memang 5 yang pertama terkait dengan anggaran ya kita yang tersedia memang untuk 5 dulu kemudian kita memilih sekala prioritas yang sering terjadi bencana lingkungan. Provinsi penerima 1 mobil sementara ini kita berharap tahun depan atau tahun-tahun berikutnya kita bisa menyediakan lebih banyak, harapannya semua provinsi ya”.

Saat beroperasi mobil ini membutuhkan 2 orang operator yaitu untuk mendeteksi air dan limbah bahan berbahaya dan beracun untuk deteksi udara, diharapkan nantinya mobil laboratorium ini tak hanya ada di 5 provinsi melainkan di seluruh Indonesia. -.Net

Mungkin Anda juga menyukai

Anda punya pendapat untuk artikel ini ? Silakan berkomentar

%d blogger menyukai ini: