Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dukung penghapusan UN

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menilai penghapusan ujian nasional atau UN oleh menteri pendidikan nadiem Makarim merupakan cara memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan diri dan berargumentasi. penghapusan UN tersebut bisa diganti dengan program asesmen, pasalnya saat ini guru sudah memiliki fungsi lain yakni untuk memerdekakan siswa. Guru tidak hanya bertugas mengajar namun juga harus bisa menjadi pendamping atau teman dalam berargumentasi dan pengembangan pengetahuan para siswa. Sultan optimis DIY siap menjalankan program asesmen pengganti Ujian Nasional jika rencana penghapusan UN tersebut benar-benar dilaksanakan di tahun 2021 mendatang.

Menurut Sri Sultan untuk menerapkan ditahun 2021 tidak ada masalah, Beliau juga menyampaikan : “Lho sekarang kan SD SMP kan sudah dengan komputer semua, seperti apa ya kan sudah dididik untuk menentukan pilihan pilihan sendiri, dialog-dialog sendiri, dan tidak masalah, tolak ukurnya bukan berani nggak, nggak. Berarti kalau di Jogja dengan asesmen itu malah berkelanjutan bukan memulai dari Nol lagi, fasilitas itu sudah dibuka, transformasi itu sudah sudah di arahkan”. Sultan menambahkan di DIY sendiri sudah mencoba menerapkan program sejenis assessment yang digadang-gadang menjadi pengganti ujian nasional tersebut lewat program Profesor go to school, program ini menggunakan prosesor Dan juga guru besar berbagai kampus untuk mengajar di berbagai sekolah di Yogyakarta untuk memberikan pengetahuan baru bagi para siswa sebelum mereka masuk ke jenjang perguruan tinggi. Jogja TV

Mungkin Anda juga menyukai

Anda punya pendapat untuk artikel ini ? Silakan berkomentar