B30 (biodiesel 30%) akan digunakan di seluruh SPBU di Indonesia pada tahun 2020

Program biodiesel Indonesia pemerintah memastikan program biodiesel 30% atau B30 dapat diterapkan mulai Januari 2020 mendatang di seluruh SPBU di Indonesia pemerintah akan meningkatkan komposisi biodiesel hingga 50% di tahun 2021 mendatang komitmen Pemerintah mengurangi impor minyak dengan memperbesar penggunaan bahan bakar nabati dibuktikan dengan diresmikannya penggunaan biodiesel 30% atau B30 di salah satu SPBU Pertamina seluruh SPBU di Indonesia, di targetkan menerapkan B30 mulai Januari 2020 mendatang.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan penggunaan B 30 dapat mengurangi ketergantungan energi fosil dan menggantinya dengan energi baru terbarukan program B30 juga bentuk Optimalisasi produksi Sawit Indonesia sekaligus mengurangi impor minyak presiden menyebut terjadi penghematan devisa hingga 63 trilyun Rupiah dari penerapan B 3020 program 30 merupakan pencampuran bahan bakar minyak dengan komposisi 30% minyak sawit dan 70% solar pemerintah menargetkan komposisi biodiesel dapat mencapai 50% pada tahun 2021 mendatang untuk mewujudkan nya badan pengkajian dan penerapan teknologi atau bppt akan melakukan uji coba dan pengembangan teknologi B 50 mulai tahun 2020

Pada awak media Presiden Joko Widodo menyampaikan : “Percoban Jauh dimulai dari bulan November kemarin udah berjalan sehingga hari ini kita sampaikan bahwa B30 telah kita luncurkan dan ini bisa menghemat yang saya paling senang ini bisa menghemat devisa 63 triliun rupiah.

“Nantinya kita harapkan ini kita step-by-step ya tahun depan nanti masuk ke B40, 2021 masuk ke B50 targetnya ga nggak usah jauh hingga B100, lebih 140 B 50 itu udah saya kira kalau step-step ini bisa kita raih devisa akan semakin besar kita peroleh”

 “Iya memang ruwetnya kan ini harus kilangnya kan tersebar untuk membawa yang namanya CPO masuk ke kilang dan transportasi logistik itu untuk menuju ke kilang di mana barang yg diproduksi itu aja, tapi alhamdulillah kilang pertamina mencukupi sehingga kita tidak harus membangun kilang baru dalam rangka B30, B 40, dan B50”

“ya tadi artinya kalau nanti 63 trilyun rupiah bisa kita hemat itu kalau di dolarkan berapa coba dihitung, 4,8 milyar us dolar bisa kita hemat, nanti lari ke b 50 kan beda lagi inilah yang sering kita sampaikan memperbaiki karena defisit dengan memperbanyak substitusi impor produk produk substitusi impor, bukan hanya ini saja nanti kalau Petro Kimia nya juga bisa selesai PP itu juga akan Menghemat banyak sekali karena kita impor petrokem nya juga sangat tinggi “

Pidato Peresmian implementasi B30 (Biodisel 30%) Presiden Joko Widodo :

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Selamat pagi salam sejahtera bagi kita semuanya yang saya hoemati para menteri, Direktur Utama PT Pertamina persero, komisaris Utama PT Pertamina Persero dan komisaris, bapak ibu hadirin yang berbahagia. Setelah urusan kilang Petro Kimia terbesar, hari ini ini saya ingin betul-betul secara khusus dari hari ke hari dari bulan ke bulan untuk implementasi program B 30 setelah b20 sekarang kita masuk ke B30. Bagi saya tidak cukup hanya sampai ke B30 tadi sudah perintah lagi pada menteri dan Dirut Pertamina untuk masuk nanti tahun depan ke B40 dan awal 2021 juga masuk ke b 50.

Mengapa kita harus melakukan percepatan implementasi program biodiesel? Ada tiga alasan, yang pertama kita berusaha untuk mencari sumber-sumber energi baru terbarukan energi terbarukan dan kita harus melepas melepaskan diri dari ketergantungan pada energi fosil yang tak saja suatu saat pasti akan habis. Pengembangan energi baru terbarukan juga membuktikan komitmen kita untuk menjaga planet bumi menjaga energi bersih dengan menurunkan emisi gas karbon dan untuk meningkatkan kualitas lingkungan ini adalah energi bersih.

Yang kedua kita tahu ketergantungan kita pada impor BBM termasuk di dalamnya solar cukup tinggi tentara di sisi lain kita juga merupakan negara penghasil sawit terbesar di dunia dengan potensi sawit saat itu kita punya banyak sumber bahan bakar nabati sebagai pengganti bahan bakar solar potensi itu kita manfaatkan untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional kita mengurangi impor harus terus dilakukan dengan serius kalkulasinya jika kita konsisten menerapkan B30 ini akan menghemat devisa kurang lebih 63 triliun, jumlah yang sangat besar sekali.

Yang ketiga yang tidak kalah pentingnya penerapan B3 akan menciptakan permintaan domestik akan si Piko yang sangat besar selanjutnya menimbulkan multiplayer effect terhadap 16 setengah juta petani perkebunan kelapa sawit Kita artinya program akan berdampak pada para pekebun kecil maupun menengah Tani rakyat yang selama ini memproduksi Sharif Pekerja yang bekerja di pabrik pabrik kelapa sawit. Selain itu program B30 artinya masuk nanti ke B40 ke B50 dan nanti ke B100

Akan tidak mudah kita untuk ditekan-tekan lagi oleh negara manapun terutama melalui kampanye negatif yang dilakukan beberapa negara terhadap ekspor CPO kita karena kita memiliki pasar dalam negeri yang sangat besar. Para hadirin sekalian yang saya hormati Saya mengingatkan bahwa Kunci keberhasilan implementasi program B 30 maupun nanti yang menuju ke B100 Apakah kita mau keluar dari impor atau tidak, jangan-jangan masih ada diantara kita yang masih suka impor impor BBM, karena itu permintaan dari B 30 dan menuju ke b 100 jam C harus terus kembangkan dan diperbesar saya rasa itu yang sudah sampaikan, pada kesempatan yang baik ini dan dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim menyatakan implementasi B30 dimulai pada hari ini, Terima kasih assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Mungkin Anda juga menyukai

Anda punya pendapat untuk artikel ini ? Silakan berkomentar